Konsep Sukses Berdagang Nabi Muhammad SAW

Cara terbaik dalam berdagang adalah mengikuti konsep – konsep berdagang Nabi Muhammad SAW. Rasulullah adalah pedagang yang sangat besar di jamannya. Sebagai umat muslim yang beriman, Nabi Muhammad merupakan tuntunan sekaligus teladan yang paling baik dalam hal apapun, begitu juga dengan berdagang.

Rasulullah bersabda “sesungguhnya sebaik-baiknya usaha adalah usaha perdagangan”

Dalam hal berdagang, Rasulullah SAW mengajarkan beberapa konsep atau faedah dalam melakukan perdagangan yang sukses sesuai syariat islam, yaitu :

  1. Jujur Dalam Berdagang

Terdapat 2 macam sikap jujur dalam melakukan berdagangan :

  1. Jujur mengenai barang yang dijual

 

Rasulullah bersabda “ Seorang muslim tidak dihalalkan menjual suatu yang didalamnya terdapat cacat kepada saudaranya, melainkan ia harus menjelaskannya kepada saudara tersebut.”

Seperti dijelaskan diatas, sebagai seorang kita wajib untuk menjelaskan keadaan dan rupa barang/jasa yang akan dijual dengan jujur. Maraknya penjualan online sekarang ini banyak sekali terjadi barang yang telah dibeli ternyata sesuai dengan gambar juga deskripsi yang dijelaskan atau ditampilkan oleh penjual.

 

  1. Jujur pada timbangan dan takaran

 

Kecurangan dalam suatu timbangan atau takaran dapat menimbulkan dosa serta tidak sah jual belinya. Sayangnya, praktek kecurangan seperti itu masih terjadi hingga sekarang ini.

Allah memerintahkan setiap umatnya yang berprofesi sebagai pedagang untuk menyempurnakan timbangan, sebagaimana fiman Allah

“dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar dan timbanglah dengan timbangan yang benar ...” (Al Isra : 35)

Alangkah lebih baik, bila sebagai pedagang Anda melebihkan timbangan dan takaran barang jualan Anda. Selain sah dan berkahnya jual beli, juga pembeli akan merasa diuntungkan.

 

  1. Menunaikan Rukun Jual Beli

Dengan mengikuti syariat agama dalam berdagang, jual beli yang dilakukan dapat bernilai ibadah. Ada beberapa rukun jual beli yang harus dilakukan, yaitu :

a. Penjual harus sehat akal dan memiliki barang yang akan dijual, atau mendapatkan uijin untuk menjualnya.

 

b. Pembeli harus sehat akal atau dapat melakukan jual beli dengan kemauan sendiri atau diijinkan untuk melakukan jual beli apabila pembeli tersebut adalah anak kecil.

 

c. Barang yang dijual harus merupakan barang halal, dan barang yang bermanfaat.

 

d. Adanya ijab (penyerahan) dan qabul (penerimaan) dengan perkataan untuk mensahkan transaksi jual beli

 

e. Keikhlasan kedua pihak bagi penjual dan pembeli dalam bertransaksi

 

Apabila rukun jual beli diatas tidak ditunaikan atau dipenuhi maka jual beli tersebut tidaklah sah.

 

  1. Menjauhi Jual Beli yang Dilarang Rasulullah

Terdapat sejumlah jual beli yang dilarang oleh Rasulullah, yaitu :

  1. Jual beli barang haram dan najis

Seorang muslim dilarang menjual barang yang haram dan najis

  1. Jual beli Gharar

Orang muslim tidak boleh menjual barang atau jasa yang tidak ada kejelasannya. Contohnya, buah-buahan yang belum masak, menjual barang tanpa penjelasan sifat, jenis atau beratnya jika barang tersebut tidak ada di tempat, tidak boleh enjual anak hewan yang masih di dalam perut induknya.

  1. Jual beli yang belum diterima

Rasulullah bersabda “Jika engkau membeli sesuatu, engkau jangan menjualnya hingga engkau menerimanya”

  • Jual beli najasy adalah menawar suatu barang dengan harga lebih tinggi,  tetapi tidak bermaksud untuk membeli, agar para penawar lain tertarik membelinya.
  • Jual beli sesuatu yang tidak ada pada penjual

Rasulullah bersabda “janganlah engkau menjual sesuatu yang tidak ada padamu.

  • Jual beli mulamasah dan munabazah

  Jual beli mulamasah adalah calon pembeli diwajibkan membeli jika telah menyentuh barang dagangannya. Sedangkan jual beli munasabah adalah sistem barter antara dua orang tanpa masing-masing memeriksanya terlebih dahulu.

 

  1. Tidak Menimbun Barang Dagangan

Apabila seorang pedagang menimbun barang dagangan dengan maksud agar dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi ketika setiap orang mencari barang tersebut, maka hal ini merupakan perkara yang dilarang oleh syariat.

Penimbunan yang diharamkan menurut para ahli fikih antara lain

  1. Barang yang ditimbun adalah kelebihan dari kebutuhannya beserta tanggungan untuk persediaan satu tahun penuh. Karena seseorang boleh menyimpang persediaan nafkah untuk dirinya dan keluarga untuk persiapan setahun, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah.
  2. Seorang pedagang menimbun barang agar ketika harga barang itu memuncak ia dapat menjualnya dengan harga yang tinggi.
  3. Menimbun barang ketika masyarakat sangat membutuhkan barang yang ditimbun tersebut

Salah satu contoh penimbunan barang yang lekat dengan kita adalah penimbunan BBM, terlebih lagi bila harganya akan naik, para pedagang berbondong-bondong untuk menimbun BBM.

 

  1. Menghindari Promosi atau Janji Yang Berlebihan

Untuk melariskan barang dagangannya para pedagang melakukan berbagai promosi-promosi. Hingga terdapat promosi-promosi yang berlebihan dengan tujuan agar barang dagangannya laku keras.

Dari Abu Hurairah, Nabi bersabda :

“Sumpah itu melariskan barang dagangan, akan tetapi menghapus keberkahan.”

Sumpah yang dimaksud adalah promosi atau janji-janji yang digunakan. Jika janji-janji yang ditawarkan itu terlalu berlebihan, maka hilanglah keberkahan atas barangnya.

 

  1. Memuaskan Pelanggan

Dalam berdagang pelanggan yang puas itu adalah segalanya. Dengan memberikan pelayanan terbaik yang lemah lembut terhadap para pembeli. Tutur kata yang baik, pelayanan dengan sikap yang baik.

Selain itu juga dalam memuaskan pelanggan tidak boleh mengurangi hak-hak pembeli, tidak boleh menipu pembeli dengan barang cacat atau rusak.

 

  1. Menjadikan Berdagang Sebagai Suatu Ibadah

Segala kegiatan yang dilakukan untuk mengharapkan ridha Allah juga merupakan suatu bentuk ibadah. Apabila dalam berdagang diniatkan demi mengharapkan ridha Allah untuk mencukupi kebutuhan keluarga, maka berdagang juga merupakan ibadah.

Ada beberapa syarat yang bisa dilakukan untuk membuat berdagang sebagai ibadah :

 

a. Berdagang sesuai syariat Rasulullah. Maksudnya segala risalah yang diajarkan beliau dalam berdagang selalu menjadi acuan kita dalam berdagang

 

b. Bersungguh-sungguh, bekerja keras membuktikan bahwa apa yang kita kerjakan mampu menuai hasil yang maksimal serta mendapatkan keberkahannya.

 

c. Ikhlas dalam berdagang hanya karena Allah, sehingga dalam berdagang kita tetap melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan Nya. Serta selalu bersyukur atas segala nikmat diberikan kepada kita.

 

Itulah konsep berdagang Nabi Muhammad SAW. Dengannya kita bisa meraih kesuksesan dengan berdagang, bisa menjadi lebih baik dalam hal jual beli, menghindari larangan jual beli dan sesuai syariat islam yang ada dalam kegiatan berdagang. Serta mendapatkan setiap keberkahan dari hasil yang kita peroleh.

 

 

 

 

Alamat Kantor

Perum Pankis Griya - Rumah No.1

Jl. Pakis Raya, RT.01/06, Jepang Pakis

Jati, Kudus, Jawa Tengah,

Indonesia - 59342

 

Call Center 1

Telepon & SMS : 085712999772

WhatsApp : 085712999772

Email : [email protected]

 

Call Center 2

Telepon & SMS : 082223338771

WhatsApp : 082223338771

Email : [email protected]

 

*Note : Kode area Indonesia (+62)
Contoh : +6282223338771

 

Untuk respon cepat silahkan

Telepon/SMS

 

Jam Kerja

Senin-Sabtu, pukul 08:00-16:00 WIB

Sebelum datang, telepon dulu.

 

Praktek Supranatural Resmi

Terdaftar di Dinas Kesehatan & Kejaksaan

STPT DINKES: 445/515/04.05/2012

KEJARI: B-18/0.3.18/DSP.5/12/2011

Lihat Bukti Legalitas - Klik Disini